Dari dulu, saya memang termasuk penikmat langit malam, dari SD udah sering malem2 nongkrong di genteng rumah. Yah, menikmati langit malam memberikan kepuasan tersendiri buat saya, entah kenapa, hehehe, udah hobi. Dan kebetulan, rumah saya terletak di kawasan Bandung yang agak utara, agak jauh dari yang namanya kota, jadi kalo malem, cahaya lampu-lampu kota tidak menghalangi pandangan saya untuk menikmati langit malam.
Yap, cukup curhatnya. Balik ke topik. Saya mengenal yang namanya rasi bintang pertama kali adalah dari majalah BOBO. Nah, karena rasi bintang inilah saya tertarik sama yang namanya langit malam hari.. Kalo kata wikipedia, rasi bintang adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Bentuknya bisa macem2, namanya juga macem2, dan kebanyakan bentuk dan nama rasi bintang yang populer adalah dari mitologi yunani kuno.
Rasi bintang yang pertama saya temukan dan bisa saya lihat di langit adalah rasi bintang pari/crux. Rasi bintang ini berbentuk pari/layang-layang/salib dan bisa kita lihat pada langit malam dengan arah agak ke selatan. Yah, salah satu fungsi rasi bintang juga adalah sebagai petunjuk arah pada malam hari kalo tiba-tiba kita kehilangan arah. Pada setiap rasi bintang, ada satu bintang yang paling terang, dan biasanya dalam peta rasi bintang diberi simbol α (lihat gambar)
rasi bintang pari/crux – arah selatan
Rasi bintang kedua yang bisa saya temukan sendiri di langit, tentunya
setelah liat peta rasi bintang adalah rasi bintang orion/pemburu. Rasi
bintang ini dapat dilihat di langit sebelah barat. Dinamai Orion, yang
artinya adalah pemburu, rasi bintang ini didedikasikan bagi Orion,
putera Neptune, seorang pemburu terbaik di dunia. Orion ini mudah
dikenali dengan adanya 3 bintang kembar yang berjajar membentuk sabuk
Orion (Orion Belt). Satu lagi yang menarik bagi saya di rasi orion ini
adalah adanya bintang Bellatrix dan Betelgeuse pada konstelasinya.
Bellatrix identik dengan tokoh dalam Harry Potter, sedangkan Betelgeuse
adalah salah satu judul film anak2 waktu dulu. Ternyata saya baru tahu
kedua nama itu adalah nama bintang, termasuk Sirius, Remus, Regulus, dan
lain-lain dalam dunia perfilman. Selain sebagai petunjuk arah barat,
rasi bintang orion ini/waluku dalam bahasa Indonesia sering dijadikan
sebagai tanda bagi para petani jaman dulu untuk mulai menggarap sawah
dan ladangnya.
Rasi Bintang Orion/Pemburu – arah barat – petunjuk musim bercocok tanam
Rasi Bintang ketiga yang mungkin paling
populer dan dapat dikenali, menjadi petunjuk arah utara adalah rasi
bintang Biduk/Great Bear/Beruang besar yang menunjukkan arah utara.
Bentuknya seperti gayung, dan terdiri dari 7 buah bintang, karena itu
juga terkadang rasi bintang ini disebut sebagai konstelasi bintang
tujuh. Rasi bintang ini terlihat sepanjang tahun di langit utara.
Rasi Bintang Biduk/Great Bear – arah utara
Rasi bintang keempat yang bisa dikenali dan
menjadi petunjuk arah adalah rasi bintang scorpio. Rasi bintang satu ini
agak susah dicari, karena jumlah bintang yang membentuk konstelasinya
cukup banyak. Rasi Scorpio ini menjadi petunjuk arah tenggara/timur
langit. Dalam mitologi yunani kuno, Scorpio ini adalah utusan Apollo
untuk membunuh sang Pemburu, Orion. Pada konstelasi ini juga terdapat
bintang Antares, salah satu bintang paling terang yang pernah ditemukan.
Rasi Bintang Scorpio
Haaaaah, cukuplah untuk sekarang, minimal
saya sudah mengenal rasi bintang untuk mengenal ke 4 arah mata angin,
jaga-jaga kalau sewaktu-waktu tersesat malam hari di sebuah tempat antah
berantah. hehehe… Mari menikmati langit malam hari.. mari menikmati dan
mengagumi ciptaan-Nya sambil bersyukur pada-Nya. Cobalah sekali-kali
tengok langit malam hari dengan jutaan pesona yang terhampar di atasnya.
Selamat menikmati.. =D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar